Selasa, 29 Oktober 2013
Manajemen Rantai Pasokan: Supply Chain Management
Manajemen Rantai Pasokan: Supply Chain Management: Supply Chain Management Manajemen Rantai Pasokan ¢ Manajemen rantai pasokan ( Supply Chain Management ) merupak...
Rabu, 23 Oktober 2013
Supply Chain Management
Supply Chain Management
Manajemen Rantai Pasokan
Manajemen Rantai Pasokan
¢ Manajemen rantai pasokan (Supply Chain
Management)
merupakan konsep
perkembangan dari manajemen logistik yang lahir seiring dengan perubahan
paradigma persaingan bisnis dari single alone competition
menjadi network competition. Kondisi ini menuntut organisasi untuk
memfokuskan pada strategi baru melalui pengelolaan koordinasi antar organisasi
terkait yang lebih dikenal dengan suatu rantai pasokan.

Pengertian
“SCM” menurut para Ahli
¢
James A. dan Mona J. Fitzsimmons, yang menyatakan bahwa supply chain management adalah sebuah sistem
pendekatan total untuk mengantarkan produk ke konsumen akhir dengan menggunakan
teknologi informasi untuk mengkoordinasikan semua elemen supply chain dari
mulai pemasok ke pengecer, lalu mencapai tingkat berikutnya yang merupakan
keunggulan kompetitif yang tidak tersedia di sistem logistik tradisional.
¢
Supply
Chain Management menurut Chase, Aquilano, Jacobs adalah sistem
untuk menerapkan pendekatan secara total untuk mengelola seluruh aliran
informasi, bahan, dan jasa dari bahan baku melalui pabrik dan gudang ke
konsumen akhir.
¢
Menurut
Simchi-Levi, David, Philip Kaminsky, dan Edith (2004, p2), Supply
chain Management diartikan sebagai rangkaian pendekatan yang digunakan untuk
mengintegrasikan pemasok, produsen, gudang dan toko secara efektif agar
persediaan barang dapat diproduksi dan didistribusi pada jumlah yang tepat, ke
lokasi yang tepat, dan pada waktu yang tepat sehingga biaya keseluruhan sistem
dapat diminimalisir selagi berusaha memuaskan kebutuhan dan layanan.
¢
Menurut
Council of Logistic Management (Pujawan 2005, p7), Supply
chain Management adalah koordinasi sistematis dan strategis akan fungsi-fungsi
bisnis tradisional dalam dan lintas perusahaan dalam sebuah rantai persediaan
untuk mengembangkan kinerja jangka panjang perusahaan dan keseluruhan rantai
persediaan.
Komponen Supply Chain Management
¢
Komponen
dari supply chain management menurut Turban (2004) terdiri dari tiga komponen
utama yaitu:
1. Upstream Supply Chain
¢
Bagian
upstream (hulu) supply chain meliputi aktivitas dari suatu perusahaan
manufacturing dengan para penyalurnya (yang mana dapat manufacturers,
assemblers, atau kedua-duanya) dan koneksi mereka kepada para penyalur mereka
(para penyalur second-tier). Hubungan para penyalur dapat diperluas kepada
beberapa strata, semua jalan dari asal material (contohnya bijih tambang,
pertumbuhan tanaman). Di dalam upstream supply chain, aktivitas yang utama
adalah pengadaan.
2. Internal Supply Chain
¢
Bagian
dari internal supply chain meliputi semua proses inhouse yang digunakan dalam
mentransformasikan masukan dari para penyalur ke dalam keluaran organisasi itu.
Hal ini meluas dari waktu masukan ke dalam organisasi. Di dalam internal supply
chain, perhatian yang utama adalah manajemen produksi, pabrikasi dan
pengendalian persediaan.
3. Downstream supply chain
¢
Downstream
(hilir) supply chain meliputi semua aktivitas yang melibatkan pengiriman produk
kepada pelanggan akhir. Di dalam downstream supply chain, perhatian diarahkan
pada distribusi, pergudangan transportasi dan after-sale service.
Proses Supply Chain Management
¢
Proses
supply chain management adalah proses saat produk masih berbahan mentah, produk
setengah jadi dan produk jadi diperoleh, diubah dan dijual melalui berbagai
fasilitas yang terhubung oleh rantai sepanjang arus produk dan material.
Bila digambarkan dalam bentuk bagan akan
nampak sebagai berikut:

Sumber: I Nyoman Pujawan (2005)
Bagan di atas menunjukkan bahwa supply chain
management adalah koordinasi dari material, informasi dan arus keuangan di
antara perusahaan yang berpartisipasi:
¢
Arus
material melibatkan arus produk fisik dari pemasok sampai konsumen melalui
rantai, sama baiknya dengan arus balik dari retur produk, layanan, daur ulang
dan pembuangan
¢
Arus
informasi meliputi ramalan permintaan, transmisi pesanan dan laporan status
pesanan
¢
Arus
keuangan meliputi informasi kartu kredit, syarat-syarat kredit, jadwal
pembayaran, penetapan kepemilikan dan pengiriman
Tujuan Strategis “SCM”
Tujuan manajemen rantai
pasokan adalah dengan menyelaraskan permintaan dan penawaran
seefektif dan seefisien mungkin. Masalah-masalah utama dalam rantai pasokan
terkait dengan:
1. Menentukan tingkat
outsourcing yang tepat
2. Mengelola pembelian / pengadaan suatu barang
3. Mengelola pemasok
4. Mengelola hubungan terhadap pelanggan
5. Mengidentifikasi masalah dan merespon masalah dengan cepat
6. Mengelola risiko
2. Mengelola pembelian / pengadaan suatu barang
3. Mengelola pemasok
4. Mengelola hubungan terhadap pelanggan
5. Mengidentifikasi masalah dan merespon masalah dengan cepat
6. Mengelola risiko
Sedangkan menurut I
Nyoman Pujawan, supply chain memiliki tujuan strategis yang perlu dicapai
untuk membuat supply chain menang atau setidaknya bertahan dalam persaingan.
Untuk bisa memenangkan persaingan pasar maka supply chain harus bisa
menyediakan produk yang,
1. Murah
2. Berkualitas
3. Tepat waktu
4. Bervariasi
Model Supply Chain Management
1. suatu gambaran plastis mengenai hubungan
mata rantai dari pelaku-pelaku tersebut yang dapat berbentuk seperti mata
rantai yang terhubung satu dengan yang lain.
Sumber: Indrajit dan Djokopranoto (2002)
2.
Dilihat
menurut bentuk fisik dari suatu barang dalam supply chain sebagai tahapan
jaringan nilai tambah bahan pengolahan yang masing-masing didefinisikan dengan
pasokan input, transformasi material dan output permintaan.
Bagan Supply chain untuk produk barang
Sumber: James A. dan Mona J. Fitzsimmons
(2006)
Tantangan Dalam Mengelola Supply Chain Management
Terdapat tantangan yang harus dihadapi dalam mengelola supply chain, yaitu:
1. Kompleksitas struktur supply chain
¢
Melibatkan
banyak pihak dengan kepentingan yang berbeda-beda
¢
Perbedaan
bahasa, zona waktu dan budaya antar perusahaan
2. Ketidakpastiaan
¢
Ketidakpastian
permintaan
¢
Ketidakpastian
pasokan: lead time pengiriman, harga dan kualitas bahan baku, dll.
¢
Ketidakpastian
internal: kerusakan mesin, kinerja mesin yang tidak sempurna, ketidakpastian
kualitas produksi dll.
Gambaran mengenai
ketidakpastian dalam supply chain
Sumber: I Nyoman Pujawan (2005)
Penggerak Supply Chain
1. Inventory
semua bahan mentah,
dalam proses dan barang-barang yang telah diselesaikan.
Komponen2 dari keputusan mengenai inventory adalah:
a.
Cycle inventory
b. Safety Inventory
c. Seasonal
Inventory
(Chopra dan Meindl, 2004)
2. Transportation
memindahkan persediaan
dari titik ke titik dalam supply chain
Komponen2 dari keputusan mengenai
transportasi adalah:
a. Modes of
transportation
b. Route and network selection
c. In house or outsource
(Chopra dan Meindl, 2004)
3. Fasilitas
tempat-tempat dalam
jaringan supply chain dimana inventory disimpan, dirakit, atau diproduksi.

4. Information
Informasi terdiri dari data dan analisis yang
berkaitan dengan inventory, transportasi, fasilitas dan pelanggan diseluruh
supply chain.
JANGAN PERNAH TAKUT LAGI UNTUK MEMULAI & MELANGKAH
DEMI SEBUAH IMPIAN MASA DEPAN KITA
Bismilah,,,!
Langganan:
Postingan (Atom)