Rabu, 23 Oktober 2013

Supply Chain Management



Supply Chain Management
Manajemen Rantai Pasokan

¢  Manajemen rantai pasokan (Supply Chain Management)
                merupakan konsep perkembangan dari manajemen logistik yang lahir seiring dengan perubahan paradigma persaingan bisnis dari single alone competition menjadi network competition. Kondisi ini menuntut organisasi untuk memfokuskan pada strategi baru melalui pengelolaan koordinasi antar organisasi terkait yang lebih dikenal dengan suatu rantai pasokan.
Pengertian “SCM” menurut para Ahli
¢  James A. dan Mona J. Fitzsimmons, yang menyatakan bahwa supply chain management adalah sebuah sistem pendekatan total untuk mengantarkan produk ke konsumen akhir dengan menggunakan teknologi informasi untuk mengkoordinasikan semua elemen supply chain dari mulai pemasok ke pengecer, lalu mencapai tingkat berikutnya yang merupakan keunggulan kompetitif yang tidak tersedia di sistem logistik tradisional.
¢  Supply Chain Management menurut Chase, Aquilano, Jacobs adalah sistem untuk menerapkan pendekatan secara total untuk mengelola seluruh aliran informasi, bahan, dan jasa dari bahan baku melalui pabrik dan gudang ke konsumen akhir.
¢  Menurut Simchi-Levi, David, Philip Kaminsky, dan Edith (2004, p2), Supply chain Management diartikan sebagai rangkaian pendekatan yang digunakan untuk mengintegrasikan pemasok, produsen, gudang dan toko secara efektif agar persediaan barang dapat diproduksi dan didistribusi pada jumlah yang tepat, ke lokasi yang tepat, dan pada waktu yang tepat sehingga biaya keseluruhan sistem dapat diminimalisir selagi berusaha memuaskan kebutuhan dan layanan.
¢  Menurut Council of Logistic Management (Pujawan 2005, p7), Supply chain Management adalah koordinasi sistematis dan strategis akan fungsi-fungsi bisnis tradisional dalam dan lintas perusahaan dalam sebuah rantai persediaan untuk mengembangkan kinerja jangka panjang perusahaan dan keseluruhan rantai persediaan. 
Komponen Supply Chain Management

¢  Komponen dari supply chain management menurut Turban (2004) terdiri dari tiga komponen utama yaitu:
1. Upstream Supply Chain
¢  Bagian upstream (hulu) supply chain meliputi aktivitas dari suatu perusahaan manufacturing dengan para penyalurnya (yang mana dapat manufacturers, assemblers, atau kedua-duanya) dan koneksi mereka kepada para penyalur mereka (para penyalur second-tier). Hubungan para penyalur dapat diperluas kepada beberapa strata, semua jalan dari asal material (contohnya bijih tambang, pertumbuhan tanaman). Di dalam upstream supply chain, aktivitas yang utama adalah pengadaan.
2. Internal Supply Chain
¢  Bagian dari internal supply chain meliputi semua proses inhouse yang digunakan dalam mentransformasikan masukan dari para penyalur ke dalam keluaran organisasi itu. Hal ini meluas dari waktu masukan ke dalam organisasi. Di dalam internal supply chain, perhatian yang utama adalah manajemen produksi, pabrikasi dan pengendalian persediaan.
3. Downstream supply chain
¢  Downstream (hilir) supply chain meliputi semua aktivitas yang melibatkan pengiriman produk kepada pelanggan akhir. Di dalam downstream supply chain, perhatian diarahkan pada distribusi, pergudangan transportasi dan after-sale service.

Proses Supply Chain Management
¢  Proses supply chain management adalah proses saat produk masih berbahan mentah, produk setengah jadi dan produk jadi diperoleh, diubah dan dijual melalui berbagai fasilitas yang terhubung oleh rantai sepanjang arus produk dan material.
Bila digambarkan dalam bentuk bagan akan nampak sebagai berikut:


SCM%20Proses.jpg

                                                                                                                                                         
Sumber: I Nyoman Pujawan (2005)

Bagan di atas menunjukkan bahwa supply chain management adalah koordinasi dari material, informasi dan arus keuangan di antara perusahaan yang berpartisipasi:
¢  Arus material melibatkan arus produk fisik dari pemasok sampai konsumen melalui rantai, sama baiknya dengan arus balik dari retur produk, layanan, daur ulang dan pembuangan
¢  Arus informasi meliputi ramalan permintaan, transmisi pesanan dan laporan status pesanan
¢  Arus keuangan meliputi informasi kartu kredit, syarat-syarat kredit, jadwal pembayaran, penetapan kepemilikan dan pengiriman

Tujuan Strategis “SCM”
                Tujuan manajemen rantai pasokan adalah dengan menyelaraskan permintaan dan penawaran seefektif dan seefisien mungkin. Masalah-masalah utama dalam rantai pasokan terkait dengan:
1.    Menentukan tingkat outsourcing yang tepat
2.    Mengelola pembelian / pengadaan suatu barang
3.    Mengelola pemasok
4.    Mengelola hubungan terhadap pelanggan
5.    Mengidentifikasi masalah dan merespon masalah dengan cepat
6.    Mengelola risiko

                Sedangkan menurut I Nyoman Pujawan, supply chain memiliki tujuan strategis yang perlu dicapai untuk membuat supply chain menang atau setidaknya bertahan dalam persaingan. Untuk bisa memenangkan persaingan pasar maka supply chain harus bisa menyediakan produk yang,

1.    Murah

2.    Berkualitas

3.    Tepat waktu

4.    Bervariasi




Model Supply Chain Management
1.       suatu gambaran plastis mengenai hubungan mata rantai dari pelaku-pelaku tersebut yang dapat berbentuk seperti mata rantai yang terhubung satu dengan yang lain.
SCM%20Model.jpgSumber: Indrajit dan Djokopranoto (2002)

2.       Dilihat menurut bentuk fisik dari suatu barang dalam supply chain sebagai tahapan jaringan nilai tambah bahan pengolahan yang masing-masing didefinisikan dengan pasokan input, transformasi material dan output permintaan.
Bagan Supply chain untuk produk barang
SCM%20produk%20barang.jpgSumber: James A. dan Mona J. Fitzsimmons (2006)




Tantangan Dalam Mengelola Supply Chain Management

Terdapat tantangan yang harus dihadapi dalam mengelola supply chain, yaitu:

1. Kompleksitas struktur supply chain
¢  Melibatkan banyak pihak dengan kepentingan yang berbeda-beda
¢  Perbedaan bahasa, zona waktu dan budaya antar perusahaan
2. Ketidakpastiaan
¢  Ketidakpastian permintaan
¢  Ketidakpastian pasokan: lead time pengiriman, harga dan kualitas bahan baku, dll.
¢  Ketidakpastian internal: kerusakan mesin, kinerja mesin yang tidak sempurna, ketidakpastian kualitas produksi dll.
Gambaran mengenai ketidakpastian dalam supply chain
SCM%20ketidakpastian.jpgSumber: I Nyoman Pujawan (2005)






Penggerak Supply Chain
1. Inventory
                semua bahan mentah, dalam proses dan barang-barang yang telah diselesaikan.
Komponen2 dari keputusan mengenai inventory adalah:
                a. Cycle inventory
                b. Safety Inventory
                c. Seasonal Inventory
(Chopra dan Meindl, 2004)

2. Transportation
                memindahkan persediaan dari titik ke titik dalam supply chain
Komponen2 dari keputusan mengenai transportasi adalah:
                a. Modes of transportation
                b. Route and network selection
                c. In house or outsource
(Chopra dan Meindl, 2004)

3. Fasilitas
                tempat-tempat dalam jaringan supply chain dimana inventory disimpan, dirakit, atau diproduksi.
4. Information
                Informasi terdiri dari data dan analisis yang berkaitan dengan inventory, transportasi, fasilitas dan pelanggan diseluruh supply chain.


JANGAN PERNAH TAKUT LAGI UNTUK MEMULAI & MELANGKAH DEMI SEBUAH IMPIAN MASA DEPAN KITA

Bismilah,,,!


Tidak ada komentar:

Posting Komentar